Timur Tengah Dari Perspektif Turki (4)

Afrin: Sarang teroris yang ada di perbatasan Turki

Timur Tengah Dari Perspektif Turki (4)

Ada sekitar 8.000 hingga 10.000 angota teroris PYD/PKK yang ada di daerah perbatasa Turki-Suriah, Afrin. Setelah Turki menargetkan titik-titik kelompok teroris, para teroris tersebut mulai bersembunyi di parit dan bunker yang ada di pemukiman sipil.

Afrin terletak di ujung barat laut Suriah dan merupakan salah satu kota di Aleppo yang berbatasan dengan Hatay dan Kilis di Turki. Menurut data sensus penduduk terakhir sebelum terjadinya perang saudara, sebanyak 178 ribu orang hidup di pusat kota tersebut, yang dibangun di atas 2.290 kilometer persegi. Sumber lokal mengatakan bahwa sejak 2012 bersama dengan para pendatang penduduk kabupaten tersebut mencapai 750 ribu-an orang.

Distrik Tel Rifat yang dihuni oleh mayoritas orang Arab, kini diduduki oleh organisasi teroris PYD / PKK, dan  para pemberoktak berada di Azaz. Di selatannya juga, terdapat para pemberontak yangn berada di İdli.

Antara Idlib dan Azaz

Afrin, benteng oposisi Idlib yang berada di barat laut Aleppo. Mereka berada di kabupaten Azez karena mereka ingin mengontrol wilyaha yang berbatasan dengan Turki. Sembari meyatukan Afrin dengan Ayn al-Arab, PKK juga perlu merebut Azaz agar dapat menguasi wilayah yang berbatasan dengan Turki.

Dari waktu ke waktu, organisasi tersebut melakukan tekanan dari Afrin hingga ke Azez -Aleppo- tempat dimana orang-orang Turkmenistan tinggal, dan Jarablus. Warga sipil di Azaz sering terkena serangan udara PYD/PKK yang berasal dari Afrin.

Pertama, Sarang PYD/PKK

Hafez Asad memutuskan, disaat gerakan politik Kurdi lainnya diorganisir di sekitar Haseke dan sekitarnya, pemimpin biadab Abdullah Öcalan memilih Afrin sebagai sasarannya.

Atas dukungan finansial dari PKK, banyak lembaga dan pabrik yang bergerak di sektor zaitun dan minyak zaitun yang didirikan di daerah tersebut.

Afrin adalah salah satu akuisisi lahan pertama yang berhasil dikuasai PYD / PKK selama konflik dengan rezim Assad pada bulan Juli 2012, dan menjadi sarang mereka setelah Gunung Kandil.

Selama perang saudara terjadi diikuti dengan gerakan anti-rezim di Suriah pada tahun 2011, organisasi teroris PYD / PKK menjadikan Afrin sebagai sarang atau daerah kekuasaan mereka.

Organisasi tersebut mendeklarasikan diri mereka sebagai pemerintahan otonom di Afrin  pada bulan Januari 2014, dan memberi nama "kanton", dengan distrik Amude Haseke dan Ain al-Arab (Kobani) Aleppo

Perlindungan alam terhadap teroris

Meskipun dikelilingi oleh lawan-lawan selatan dan timur, geografi darat Afrin yag berbentuk pegunungan memberi perlindungan alami terhadap PYD / PKK.

Kebun buah-buahan, kebun anggur dan kebun zaitun di distrik tersebut, sebagian lahan pertanian dan infrastruktur industri yang dibentuk pada tahun 1980-1990-an juga mendorong organisasi tersebut menjadi mandiri.

Infrastruktur industri dan komersial di Afrin adalah alasan penting mengapa organisasi teroris dapat dibentuk di provinsi ini.

Gerbang menuju Amanus

Daerah yang yang terbuka dari pegunungan Amanus Hatay merupakan pusat-pusat penting para militan PYD/PKK, gudang senjata dan amunisi yang mensuplai kelompok teroris di Turki.

Sumber keamanan mengatakan bahwa sejjata berat seperti senapan anti-tank, roket dan peralatan berat lainnya dipasok dari Afrin ke pegunungan Amanus

kebocoran Amrinoslar dari Afrin termasuk senjata berat seperti senjata anti-tank, roket dan senapan mesin berat, dan amunisi peluru amunisi.

Sarang senjata kelompok Teroris

Sejak April 2016, bantuan militer yang dikirim AS ke Haseki di bagian utara negara tersebut telah dikirim ke Afrin oleh beberapa militan.

Dengan bantuan ini, sistem anti-tank Javelin, peluncur roket dan roket multi-barel dilaporkan dipindahkan ke Afrin.

Beberapa bulan yang lalu, hampir 40 pesawat tempur yang dikirim oleh Amerika Serikat dari pangkalan udara Rumeylan dikirim ke Afrin.

Penganiyaan terhadap warga sipil

Meskipun Afrin adalah wilayah orang-orang Kurdi yang paling padat penduduknya di provinsi Aleppo, wilayah ini telah banyak kedatangan migrasi selama perang saudara berlangsung. Saat ini 60 persen orang Afrin terdiri dari populasi orang-orang Arab.

Selain itu, PYD / PKK menempati banyak permukiman yang dihuni oleh orang Arab dan Turkemens di sebelah timur kota tersebut.

Kelompok PYD / PKK yang menduduki Afrin, terbilang paling ketat dibandingkan pendudukan di permukiman lain. Penganiayaan terbesar terhadap warga sipil terjadi di wilayah ini.

Organisasi tersebut tidak mengizinkan partai politik atau organisasi masyarakat sipil yang bertentangan dengannya.

Organisasi tersebut telah siaga selama setahun terakhir

“Operation Euphrates Kalkan” yang berakhit pada tahun 2017, dan kemudian operasi selanjutnya menargetkan Afrin dan Manbij, telah membuat PKK/PYD merasa panik.

Untuk menyembunyikan militan organisasi teroris tersebut, mereka menuju ke tempat penampungan militer berkekuatan tinggi yang membuka ke pegunungan tinggi di sekitar Afrin.

Teroris, yang juga bertujuan menggunakan warga sipil sebagai perisai mereka, juga menetap di bangunan-banguan di kota tersebut.

Bala bantuan teroris yang dibantu oleh AS

Kelompok anti-teror yang bernama HAT dan YAT yang biasanya beroprasi di Haseke, Rakka dan Deyrizor, mereka juga berlatih di Afrin.

Diketahui bahwa Pentagon, CIA dan Kelompok teroris, yang juga dilatih oleh pimpinan organisasi yang berasal dari Pegunungan Kandil melakukan kegiatannya di daerah perbatasan Turki.

Fakta bahwa PYD / PKK telah memaksa gadis-gadis dan pria muda di Afrin untuk terlibat dalam gencatan senjata selama setahun terakhir menyebabkan jumlah teroris di wilayah tersebut bertembah hingga10 ribua-an orang.

Setelah penembakan artileri yang intens terhadap Angkatan Bersenjata Turki Sabtu lalu, organisasi teroris tersebut berusaha mengosongkan beberapa pinggiran kota dan menetap dalam keramaian dan komp rahasia di kota.

Kamp rahasia ini juga digunakan sebagai gudang senjata.



Berita Terkait