Hubungan Turki dan Eurasia (51)

Ziya Gokalp adalah salah satu intelektual yang memiliki peran penting dalam Kerjasama di Dunia Turki.

Hubungan Turki dan Eurasia (51)

Pemikiran Gokalp memberikan pengaruh besar pada Republik pendiri Turki Mustafa Kemal Ataturk dalam kiprahnya di Dunia Turki. Kami akan menganalisis refleksi Ziya Gökalp dan karyanya dalam program kami kali ini.

Analisis ini dibuat oleh Dr. Cemil Doğaç Ipek, Departemen Antar Bangsa Universitas Ataturk..

    Salah satu nama terkenal dalam Turkish World Cooperation adalah Diyarbakir Mehmed Ziya Gökalp. Gökalp lahir di Diyarbakir pada tanggal 23 Maret 1876. Gokalp yang mendirikan cabang Komite Persatuan dan Kemajuan di Diyarbakir dengan deklarasi Konstitusi ke-2, memberikan perkembangan dalam bidang kegiatan budaya dan ilmiah. Hasil pemilihan parlemen yang diadakan pada tahun 1912, ia menjadi wakil rakyat untuk mewakili Ergani yang duduk di parlemen. Pada tahun 1913, dia menerbitkan serangkaian artikel berjudul "Turkisisation, Islamization, Modernization" di majalah Türk Yurdu. Dalam artikel ini, Gokalp berpendapat bahwa ketiga arus ini tidak saling bertentangan, namun saling melengkapi satu sama lain.

     Damat Ferit Pasha, yang berkuasa pada tahun 1919, mulai menangkap anggota Komite Persatuan dan Kemajuan. Gokalp juga ditangkap pada tanggal 30 Maret 1919 dan dikirim ke pengasingan oleh Inggris ke Malta. Dia kembali ke Istanbul pada tanggal 19 Mei 1921. Kemudian Gökalp ke tanah airnya Diyarbakır dan memberikan pelajaran di sini. Dia menyelenggarakan perkumpulan dan konferensi yang mendukung Perjuangan Nasional untuk mendorong masyarakat. Pada tahun 1923 pemilihan, ia duduk di kursi parlemen sebagai wakil rakyat Diyarbakir. Ia melanjutkan kajian intelektual dan kulturalnya sembari bertugas di Parlemen.

     Gokalp memiliki gagasan yang sama dengan Gaspirli İsmail, bahwa bahasa Turki Istanbul seharusnya menjadi bahasa pemersatu bagi Dunia Turki. Menurut Gökalp, ini adalah tugas bagi semua orang Turki untuk menjadikan bahasa Turki Istanbul sebagai bahasa sastra bagi seluruh Dunia Turki. Jika hal ini dilakukan, orang-orang Turki akan menjadi satu bangsa. Pernyataan Gokalp ini dimaksudkan dapat menjadi warisan untuk generasi mendatang setelah dia: tingkat tertinggi kerjasama Turki dengan komunitas luar Turki adalah kerjasama budaya.

     Gokalp menekankan bahwa kemajuan dalam masyarakat Turki telah melambat dan ada keterputusan antara orang-orang dan elit karena bahasa Turki tidak dianggap terlalu penting. Gokalp mengungkapkan perlunya membangun persatuan bahasa di Dunia Turki dengan menganjurkan penyederhanaan bahasa dan kebangkitan Bahasa Turki. Ini bukan hanya persatuan bahasa yang akan mencakup Anatolia tapi juga persatuan bahasa yang bisa dimengerti oleh seluruh Dunia Turki. Gokalp menganggap bahwa penting bagi orang Turki untuk menggunakan bahasa Turki yang sama demi terciptanya persatuan di Dunia Turki. Oleh karena itu, bahasa Turki Istanbul menjadi bahasa pemersatu untuk seluruh Dunia Turki.

     Ziya Gokalp telah mengilhami Mustafa Kemal Ataturk, Pendiri Republik Turki untuk membawa Turki menjadi salah satu agenda prioritas kerjasama di dunia. Sejak tahun 1923 pendirian Republik Turki telah nampak dengan jelas tujuan dasar pendiriannya, kebijakan luar negerinya yang stabil dan bijaksana. Prinsip-prinsip Kebijakan Luar Negeri Turki ditentukan dan dibentuk oleh Atatürk pada era pembentukan Republik.

     Menurut Mustafa Kemal Atatürk, persatuan budaya merupakan kesatuan yang harus tercipta terlebih dahulu di Dunia Turki. Hal ini telah diungkapkan dalam pernyataanya ini: "Saya telah tinggal di luar Turki untuk Turki, isu-isu budaya harus ditangani. Sebenarnya, kami telah menangani kasus Turki dengan cara yang cukup positif. Dalam sejarah Turki yang luar biasa, kita sangat memperhatikan aspek bahasa Turki, dialeknya yang kaya, hingga artefak kuno Turki. Bahkan kami tidak mengesampingkan bahasa dan budaya orang-orang Turki Yakut di luar Danau Baikal."

     Untuk memajukan budaya dunia Turki dan menjalin hubungan dengan Barat secara reguler, pada tanggal 1 November 1928 Ataturk memberlakukan kebijakan transisi ke alfabet latin. Dengan perubahan alfabet ini, sebuah peluang besar muncul untuk menghilangkan kerusakan budaya di Dunia Turki. Namun, Soviet yang takut dengan gagasan persatuan di Dunia Turki, Sebelum Perang Dunia ke-2, orang-orang Turki yang ada di Uni Soviet diberlakukan penggunaan alfabet Cyrillic. Dengan demikian Uni Soviet telah mencoba untuk memecahkan ikatan budaya dengan dunia Turki.

     Terlepas dari semua ide Ziya Gokalp'in telah memngilhami kebijakan Mustafa Kemal Atatürk yang diterapkan hari ini. Kinii; Recep Tayyip Erdoğan, Nursultan Nazarbayev dan İlham Aliyev mewujudkan cita-cita Gökalp dan Ataturk lewat berbagai organisasi internasional. Berbagai organisasi internasional seperti Turkish Council, TURKSOY dan the Turkish Academy sedang melakukan berbagai penelitian ke arah ini. Realisasi cita-cita Gökalp dan Ataturk juga akan memberikan kontribusi penting bagi terciptanya perdamaian di Eurasia.



Berita Terkait